Misteri Bongkar Muat 4000 Ton Zirkon Belum Terungkap

Jumat, 12 Juli 2019 | 22:45 WITA

Misteri Bongkar Muat 4000 Ton Zirkon Belum Terungkap

MCWNews.com - PANGKALPINANG | Aktivitas bongkar muat mineral yang diduga zirkon ribuan ton di pelabuhan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang yang sempat heboh pada Senin (8/7/2019) lalu, sampai Kamis (11/7/2019) masih menjadi misteri, walaupun sudah selesai proses bongkar muatnya.

Pantauan awak media di pelabuhan Pangkalbalam, Jumat (12/7/2019) tak terlihat lagi aktivitas bongkar muat barang yang diduga mineral zirkon tersebut. Di TKP hanya menyisakan bekas jumbo bag dan tampak mineral tersebut sudah berada di dalam tongkang kapal, tinggal menunggu keberangkatan saja.



Menurut narasumber di lapangan yang enggan disebut namanya, mengatakan aktivitas bongkar muat mineral tersebut sudah selesai dilakukan pada Kamis malam, (11/7/2019) "Ya kalau ditaksir sekitar 4000 ton," ungkapnya.

Sementara itu, Plh Kepala KSOP Pangkalbalam, Hasoloan Siregar mengatakan bahwa permasalahan bongkar muat barang ini sebetulnya bukan hanya tertuju kepada pihaknya, melainkan ada pihak EMKL Perusahaan Bongkar Muat (PBM) dari pihak agensi PT LMP, karena pihaknya baru menerima dokumen kapal dan izin berlayar untuk kapal tongkang Lambung Berkat Mandiri 33 (LBM) yang memuat barang Zirkon dan masih bersandar di pelabuhan.

"Sampai saat ini, kami belum mengetahui barang yang dimuat ke dalam kapal tongkang itu milik siapa dan mau dibawa kemana ? Karena dokumen yang kami terima saat ini baru sebatas dokumen kapal dan izin berlayar saja," ujar Hasoloan kepada awak media saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (12/7/2019) pagi.

"Aktivitas bongkar muat silahkan saja, namun setelah bongkar muat usai dan sebelum mereka berlayar maka kewenangan kami mengecek kondisi dan kelengkapan berkas lainnya dari kapal tersebut sebelum dinyatakan layak berlayar, bahkan sampai saat ini kami baru menerima dokumen kapal dan izin berlayarnya saja," imbuh Hasoloan.



Hal ini menjadi sorotan Aktivis Anti Korupsi, Joni Iskandar, mantan ketua PMII Bangka yang menanggapi kisruhnya aktivitas bongkar muat ribuan ton zirkon di pelabuhan Pangkalbalam saat ini, seharusnya seluruh stakeholders mulai dari Pemprov, DPRD Babel hingga aparat penegak hukum segera bertindak, jangan sampai saling lempar bola. Kalau sampai lepas, selain merugikan negara dan daerah dari sektor pendapatan, juga merusak wibawa pemerintah Provinsi Babel. 

"Semua pihak terkait, harus segera melakukan sidak ke lokasi jangan sampai barang ini sudah lepas berlayar baru sibuk semua, jadi jangan asal "cuap-cuap" tapi tak ada aksinya. Kalau memang terbukti aktivitas itu ilegal ya harus diproses sesuai hukum berlaku. Kalau memang legalitasnya jelas, coba tunjukkan ke publik, jangan sampai aktivitas serupa selalu terulang kembali," pungkasnya. 
(Rik)


Jumat, 12 Juli 2019 22:45


TAGS:




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

+