Ratusan Pelajar di Bali Ikuti Seminar "Rumah Anak Aman Narkoba dan HIV/AIDS"

Sabtu, 10 Agustus 2019 | 18:37 WITA

Ratusan Pelajar di Bali Ikuti Seminar "Rumah Anak Aman Narkoba dan HIV/AIDS"

Narasumber seminar “Rumah Anak Aman Narkoba dan HIV/AIDS”

MCWNews.com - KUTA | Semakin maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkoba dikalangan masyarakat, khususnya generasi muda memberikan dampak buruk dan efek ketergantungan terhadap pemakainya sehingga memicu tindakan kriminalitas di tengah-tengah lingkungan sosial, bahkan juga mendorong pergaulan bebas dikalangan remaja.


Sedangkan HIV Aids merupakan penyakit menular, yang timbul dari penyalahgunaan jarum suntik (Narkoba) serta dari aktivitas hubungan badan pada seseorang yang sering gonta ganti pasangan (bukan pasangan suami istri/pergaulan bebas), dan ini juga merupakan hal yang dapat mengganggu tatanan kehidupan sosial kemasyarakatan.



Ketua Panitia Pdt Bayu Hanindya Putra saat memberikan cindramata kepada narasumber dari Univeraitas Udayana


Hal ini mendapat perhatian serius dari Gereja Successful Bethany Famillies, Hope of God Church dan Yayasan Gerakan Nusantara Cinta Tanah Air (Genta). Perhatian ini ditunjukan dengan menggelar seminar “Rumah Anak Aman Narkoba dan HIV/AIDS” yang diselenggarakan guna memberikan pemahaman dan cara mengantisipasi kedua hal tersebut.


Panitia penyelenggara acara, Pdt Bayu Hanindya Putra yang juga Gembala  

Gereja Successful Bethany Famillies, Hope of God Church, menjelaskan motivasi di balik penyelenggaraan kegiatan seminar ini berangkat dari bahaya Narkoba dan penyakit HIV/AIDS bagi seseorang terutama bagi generasi muda Bangsa Indonesia, khususnya di Bali. 


Komnas Perlindungan Anak RI, Arist Merdeka Sirait


“Tujuannya (Penyelenggaraan seminar, red) agar generasi muda kita lebih aware, lebih sadar dan waspada terhadap ancaman bahaya penyalahgunaan narkoba dan penyakit HIV/AIDS,” ujar Pdt Bayu.


Dalam seminar ini peserta diberikan pemaparan materi yang akan membuka wawasan mereka terkait seperti apa bahaya Narkotika dan HIV/AIDS dan dimana dan bagaimana pola penyebaran Narkoba dan perilaku-perilaku yang dapat menyebabkan seseorang terjangkit oleh Virus HIV/AIDS ini.


“Dengan mengetahui bagaimana hancurnya kehidupan seseorang akibat menggunakan Narkoba, bagaimana pola penyebaran dan juga apa penyebab seseorang terjangkit HIV/AIDS dan juga bahaya penyakit ini, yang tidak dapat diobati, generasi muda kita dapat menghindarinya,” paparnya.




Seminar ini diikuti lebih dari 300 peserta yang merupakan siswa-siswi Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) di Bali dan Para jemaat dari Succsessful Bethany Famillies dan Gereja Hope of God Church Bali. 


Salah satu Guru Wali Kelas SMAN 1 Kuta, Ni Made Dwi Ayu Anggraini, yang turut hadir mendampingi para siswanya mengatakan apresiasinya kepada penyelenggara kegiatan seminar ini. Dewi Ayu mengatakan dirinya merasakan kegelisahan yang sama terhadap ancaman Narkoba dan HIV/AIDS yang mengancam kehidupan generasi muda Bali.


“Kita sangat perlu kegiatan-kegiatan seperti ini. Generasi muda kita khususnya anak-anak sekolah perlu mendapatkan pemahaman agar mereka dapat terhindar dari ancaman bahaya Narkoba dan HIV/AIDS ini,” ujarnya.


“Harapan saya kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara intens dan berkelanjutan lagi,” imbuhnya.


Materi tentang ancaman bahaya HIV/AIDS pada seminar ini disampaikan oleh Dinar Lubis, akademisi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (FK Unud), dan materi mengenai bahaya penyalahgunaan Narkoba yang disampaikan oleh perwakilan dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali, Gede Erwan.