Kajati Babel Diduga Lakukan Pengancaman Terhadap Kuasa Hukum SW

Jumat, 11 Oktober 2019 | 18:58 WITA

Kajati Babel Diduga Lakukan Pengancaman Terhadap Kuasa Hukum SW

MCWNews.com - PANGKALPINANG | Terkait dugaan pernyataan ancaman yang sempat dilontarkan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) kepada Lauren Harianja, SH selaku kuasa hukum Suranto Wibowo alias SW mantan Kepala Dinas ESDM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) tersangka perkara kasus dugaan korupsi Proyek PJU solar Cell.

Menurut keterangan dari Lauren pernyataan ancaman tersebut dilontarkan disaat penangkapan dan proses penitipan Suranto di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan dan di hadapan Aspidsus Kejati Babel Edi Ermawan, Senin malam (7/10/2019).

Kajati Babel Adityawarman, justru menanggapi dengan simbol emogie (tertawa-red)  melalui pesan elektronik WA-nya (WhatsApp-red) saat dikonfirmasi oleh Awak media di Babel, pukul 13.19 wib, Jumat (11/10/2019).

Sementara itu, Kajati Babel Adityawarman melalui Kasipenkum Roy Arlan membantah kalau pimpinannya mengancam pengacara hukum Suranto Wibowo.

"Rekan-rekan sekalian ini konfirmasi dari pihak kejati, bahwa kajati aditiawarman tidak pernah mengancam pengacara SW ya," Pungkas Roy melalui pesan elektronik WA (WhatsApp-red)

Sebelumnya Lauren, mengungkapkan saat proses penangkapan SW dan dibawa ke Kejari Jakarta Selatan mengaku dirinya sempat diancam oleh Kajati Babel Adityawarman akan dijadikan tersangka, seolah-olah sebagai kuasa hukum menghalangi proses penangkapan Suranto.

"Saat itu dimulai perbincangan masalah proses penyadapan dan saya paham masalah aturan penyadapan, nah saat itu Kajati Babel menunjukkan jari ke arah saya langsung menjustice atau mengancam saya dijadikan tersangka, dan saya merasa terzholim, kemudian masalah ini sudah saya sampaikan kepada Peradi agar segera dilaporkan Kejagung " ungkap Lauren saat disela-sela menunggu sidang praperadilan Kejati di kantin Pengadilan Negeri (PN) Kota Pangkalpinang, Jumat, (11/10/2019).

Lauren juga membantah bahwa kliennya berusaha melarikan diri padahal Suranto saat itu di daerah Cisarua Bogor untuk berobat alternatif kepada seorang habib ahli penyakit jantung.

Terkait belum hadir pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bangka Belitung di PN Pangkalpinang walaupun hari sudah pukul 11.30 wib, justru Lauren menyayangkan sikap jaksa yang tidak kooperatif dengan proses persidangan praperadilan yang diajukannya sebagai kuasa hukum selaku pemohon.

"Dalam hal ini saya melihat justru pihak Kejati tidak kooperatif dalam proses peradilan, karena  panggilan resmi sudah dilakukan oleh pihak pengadilan, padahal mereka hanya menghadiri saja kalau belum siap sampai dihadapan hakim untuk ditunda, " pungkas Lauren.

Sidang perdana praperadilan pun dibuka oleh Hakim Iwan Gunawan tanpa dihadir pihak Kejati Babel selaku termohon. (Rik)


Jumat, 11 Oktober 2019 18:58


TAGS:




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

+