Dapat Intimidasi, Wartawan Babel Lapor Polisi

Jumat, 18 Oktober 2019 | 19:59 WITA

Dapat Intimidasi, Wartawan Babel Lapor Polisi

MCWNews.com - BELINYU | Aksi premanisme terhadap para pegiat pers kembali terjadi. Saat ini dialami seorang wartawan asal media Mapikor, Rikky Fermana. Bahkan aksi yang dilakukan oleh sekelompok oknum warga dengan gaya 'preman' ini hingga sempat berbuat sangat tidak wajar terhadap profesi wartawan.

Kejadian tersebut berawal ketika rombongan wartawan dari berbagai media massa (cetak/online) yakni Rikky Fermana (Mapikor), Wa (Radar Bangka), Rey (DetikNews.id), Ryan A Prakasa (Spotberita.com) dan Purna Yuda (lintasanberita.com), Kamis (17/10/2019) siang bermaksud melakukan kegiatan liputan investigasi di lapangan terkait kasus persoalan lahan di wilayah Dusun Mengkubung, Desa Riding Panjang, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka kini sempat menuai protes sejumlah warga.

Saat meninjau ke lokasi, rombongan para wartawan yang didampingi seorang warga dusun setempat, Basoni (38). Usai tiba di lokasi, rombongan wartawan pun termasuk Rikky Fermana mencoba menanyakan seputar lahan yang menjadi persoalan hingga menuai protes warga.

Namun tak berapa lama kemudian datang sekelompok massa diperkirakan berjumlah belasan orang tersebut dengan mengendarai sepeda motor datang ke lokasi. Sempat terjadi cekcok antara wartawan dengan sekelompok warga itu.

Bahkan, Satu dari rombongan itu bernama Ceduk, mencoba mencekik leher Rikky Fermana.

Tak puas sampai di situ, Ceduk tetap saja menunjukan sikap arogansinya meski sempat dilerai oleh rekannya.

Rikky pun tak melakukan perlawanan fisik atas yang dilakukan Ceduk saat kejadian itu, meski sempat terjadi cekcok mulut hingga suasana semakin memanas.

Pada kesempatan itu, Atok warga Mantung Belinyu yang mengaku orang suruhan H Fit sempat memberikan penjelasan singkat terkait persoalan jual-beli lahan di dusun setempat yang dijual oleh warga kepada perusahaan swasta di lokasi dekat bibir pantai hingga kini menuai protes warga.

"Permasalahannya warga tidak menerima jika lahan ini dijual karena dulu ada perjanjian kesepakatan bahwa lahan dekat lokasi bibir pantai tidak boleh ada aktiftas apapun," ujar Atok di hadapan wartawan sambil menunjukan selembar kertas berupa gambar peta lokasi lahan yang kini menjadi persoalan.

Usai mendapat penjelasan, rombongan wartawan pun langsung bergegas meninggalkan lokasi tersebut. 

Atas kejadian itu, Rikky bersama bersama rekannya melaporkan ke Polres Bangka.

Kapolres Bangka, AKBP Aris Sulistyono saat dikonfirmasi terkait kejadian dugaan tindak pengeroyokan terhadap wartawan oleh sekelompok oknum warga, Kamis (17/10/2019) mengatakan telah menerima laporan tersebut.

"Laporannya sudah kita terima" ujar Kapolres.(*)


Jumat, 18 Oktober 2019 19:59


TAGS:




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

+