Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Imam Nahrawi

Selasa, 12 November 2019 | 16:25 WITA

Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Imam Nahrawi

MCWNews.com - JAKARTA | Gugatan praperadilan yang diajukan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi terkait kasus suap dana hibah KONI ditolak Hakim tunggal Elfian.

"Menolak praperadilan pemohon untuk seluruhnya," ucap Hakim Elfian saat membacakan putusan  dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (12/11/2019).

Hakim menyatakan proses penetapan tersangka, penyidikan, dan penahanan yang dilakukan KPK sudah sesuai prosedur. Status tersangka Imam di KPK pun tidak menyalahi prosedur hukum.

Dalil yang menjadi dasar Imam Nahrawi menggugat praperadilan KPK dimentahkan hakim tunggal Elfian.

Salah satu argumen yang disusun mantan Menpora melalui kuasa hukumnya itu mengenai legalitas tindakan KPK melakukan penahanan terhadapnya berdasarkan UU KPK baru.

Dalam UU KPK baru, yaitu UU Nomor 19 Tahun 2019, tindakan hukum yang dilakukan KPK harus berdasarkan izin dari Dewan Pengawas.

Namun hakim menilai tindakan hukum KPK terhadap Imam dilakukan sebelum 17 Oktober 2019, yang merupakan tanggal berlakunya UU KPK baru.

"Setelah mencermati bukti-bukti yang dilakukan termohon dilakukan di bawah tanggal 17 Oktober. Berarti semasa sebelum berlakunya undang-undang baru berarti tindakan tersebut adalah sah," kata Elfian 

Imam sebelumnya meminta status tersangkanya dalam kasus dugaan suap terkait dana hibah KONI dibatalkan. Imam keberatan atas status tersangkanya karena menilai belum pernah diperiksa sebagai saksi.

Selain itu pada permohonannya, Imam menilai bukti permulaan KPK dianggap belum cukup untuk menetapkannya sebagai tersangka. Tak hanya itu, Imam juga mempersoalkan penahanannya.

Imam ditetapkan KPK sebagai tersangka suap dana hibah KONI dan penerimaan lain berkaitan dengan jabatannya. Imam diduga menerima suap sebesar Rp 26,5 miliar secara bertahap sejak 2014 hingga 2018.

Uang yang diterima Imam diduga merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan KONI ke Kemenpora. Penerimaan ini terkait Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima. (Dn)


Selasa, 12 November 2019 16:25


TAGS:




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

+