Polda Sulsel Tetapkan Empat Tersangka Korupsi Pasar Jeneponto

Minggu, 17 November 2019 | 17:57 WITA

Polda Sulsel Tetapkan Empat Tersangka Korupsi Pasar Jeneponto

Kabid Humas Polda Sul-Sel, Kombes Pol Ibrahim Tompo

MCWNews.com - MAKASSAR | Kepolisian daerah Sulawesi Selatan merilis empat nama yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel kini dalam dugaan korupsi pembangunan tiga pasar rakyat di kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Sabtu (16/11/2019).

Kabid Humas Polda Sul-Sel, Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan jika penyidik Tipikor telah melakukan gelar perkara penetapan tersangka dalam kasus korupsi pasar rakyat Jeneponto. Dalam gelar perkara itu, penyidik menetapkan empat orang paling bertanggung jawab sehingga ditetapkan sebagai tersangka.

"Penyidik telah melakukan gelar perkara dan menetapkan empat orang tersangka dalam kasus korupsi pasar rakyat Jeneponto," kata Ibrahim Tompo.

Dia menerangkan bahwa untuk keempat orang yang ditetapkan tersangka ini masing-masing, inisial SA dan RS selaku pengawas perencana dan inisial MT dan HR selaku pelaksana proyek.

"Mereka ditetapkan sebagai tersangka karena melakukan perbuatan melawan hukum yaitu mengintervensi proses lelang serta mengurangi volume pekerjaan pembangunan pasar rakyat tersebut," imbuhnya.

Ibrahim menjelaskan, Modus yang digunakan para tersangka adalah melakukan intervensi proses lelang dan mengurangi volume pekerjaan.

Akibatnya, kerugian negara mencapai Rp 800 Juta, sesuai audit kerugian negara.

Dalam kasus ini, penyidik Tipikor Polda Sulsel telah melakukan pemeriksaan sebagai saksi sebanyak 15 orang. Diantaranya adalah Wakil Bupati Jeneponto, Paris Yasir.

Tak tanggung-tanggung, Wabup Jeneponto keluar masuk dari Polda Sulsel karena telah tiga kali menjalani pemeriksaan.

Yaris pun diperiksa dalam rangka mendalami perannya terkait dengan jabatan sebagai Wakil Ketua DPRD Jeneponto yang pernah diemban saat pasar rakyat itu dibangun.

Ibrahim menyebut meski Yaris Paris sudah sering kali diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini, tapi ia belum bisa ditetapkan sebagai tersangka.

Ibrahim berjanji, peranan Yaris Paris dalam kasus ini masih akan terus didalami.

"Sedang kita dalami peran Yaris," tutupnya.

Diketahui, Proyek pembangunan pasar rakyat Jeneponto menggunakan Dana Anggaran Khusus (DAK) pada tahun 2017 lalu dan disebut menelan anggaran senilai Rp 2,5 miliar.

Adapun proyek pasar rakyat yang terindikasi adanya perbuatan melawan hukum atau korupsi adalah masing-masing, Pasar Lassang-lassang, Desa Arungkeke, Kecamatan Arungkeke, Pasar Paitanah Desa Paitanah Kecamatan Turatea dan Pasar Pakubulo.

Kedua pasar rakyat ini dibangun menggunakan Dana Anggaran Khusus (DAK) pada tahun 2017 lalu dan disebut menelan anggaran senilai Rp 2,5 miliar.(*)


Minggu, 17 November 2019 17:57


TAGS:




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

+