Pasca Insiden Longsor, Proyek Double Track Dihentikan

Senin, 18 November 2019 | 18:49 WITA

Pasca Insiden Longsor, Proyek Double Track Dihentikan

MCWNews.com - BOGOR | Pasca insiden longsor yang menewaskan dua orang pekerja pada royek pembangunan rel ganda Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memutuskan untuk menghentikan sementara proyek tersebut.

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Barat Ditjen Perkeretaapian Kemenhub Achyar Pasaribu mengatakan saat ini, pekerjaan pada pembangunan jalur baru dihentikan sementara.

Tetapi, longsoran tidak menutup jalur operasional, perjalanan kereta tidak terganggu dan aman terkendali.

Menurut Achyar, pihaknya terus berkoordinasi dengan polsek, puskesmas, dan rumah sakit untuk pemulihan para korban yang membutuhkan penanganan medis.

Ia menyebutkan Kemenhub dan PT Hapsaka Mas sebagai pelaksana proyek siap menanggung biaya pengobatan dan pemakaman korban yang meninggal dunia.

"Kami menyampaikan duka dan bela sungkawa kepada keluarga korban," ujar Achyar.

Kronologi peristiwa naas itu mengakibatkan sebanyak lima orang tertimbun tanah longsor di lokasi pembangunan jalur ganda Desa Watesjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor Jawa Barat, Sabtu (15/11/2019).

"Sekitar pukul 08.00 WIB di kilometer 19/900 Desa Watesjaya telah terjadi tanah longsor di lokasi pembangunan double track saat pekerjaan retaining wall di tebing dengan tinggi sekitar sembilan meter," kata Camat Cigombong Basrowi kepada sumber MCWNews.com

Ia menyebutkan lima orang yang tertimbun itu merupakan pekerja proyek double track dari PT Hapsaka Mas.

Dua di antaranya Muhamad Hanapi (30) dan Tri Wisnu mukti (34) dinyatakan meninggal dunia, sedangkan tiga lainnya Sarpin alias Kiswanto (30), Sukardi (44), dan Parjo dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi dalam kondisi selamat.

Menurutnya, berdasarkan keterangan saksi, sekitar pukul 07.00 WIB sebanyak delapan pekerja tengah melakukan pekerjaan retaining wall di tebingan dengan tinggi sekitar sembilan meter. Kemudian sekitar pukul 08.00 WIB tiba-tiba tebing longsor.

"Empat orang pekerja bisa melarikan diri, dan empat orang pekerja lainnya tertimbun.

Tapi setelah dilakukan pencarian dengan alat berat ditemukan ada lima orang. Tiga selamat, dua meninggal," tuturnya. 

Sementara itu, Pihak kepolisian telah memasang garis polisi di tempat terjadinya tanah longsor di area proyek. 

Kapolres Bogor AKBP Muhammad Joni menyebutkan, penyebab longsor masih dalam penyelidikan.

Adapun kondisi terdampak oleh longsor yaitu tebing setinggi kurang lebih 15 meter yang mengalami ambrol.

"(Penyebab) masih dalam penyelidikan kita, karena kan memang arealnya itu curam.

Posisinya tebing sehingga dengan situasi lagi hujan. Mungkin daya tahan tanah yang tadinya tidak seperti itu karena diurug dan dilakukan pemotongan, tentu daya tahannya tidak kuat seperti semula.

Itulah yang mengakibatkan longsor, longsor itu yang mengakibatkan runtuhnya fondasi besi," katanya.

Terkait situasi di lokasi, Joni mengatakan sudah kondusif.

"Kondisinya sudah normal kembali, cuma dipasang garis polisi untuk antisipasi.

Kalau untuk perjalanan keretanya sendiri tidak masalah, yang masalah hanya di track kedua yang mau dibangun," ujarnya.(*)


Senin, 18 November 2019 18:49


TAGS:




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

+