Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

PUPR Targetkan 1.500 Unit Huntap Bisa Digunakan Sebelum Lebaran 2020

Rabu, 04 Desember 2019 | 20:05 WITA

PUPR Targetkan 1.500 Unit Huntap Bisa Digunakan Sebelum Lebaran 2020

Salah satu Huntap untuk korban bencana Sulteng yang dibangun Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia di kawasan relokasi di Kelurahan Tondo, Kota Palu

MCWNews.com - PALU | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulawesi Tengah terus berupaya untuk segera menyelesaikan pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana gempa, tsunami, dan likuefaksi yang menerjang Kota Palu dan sekitarnya.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulawesi Tengah, Ferdinand Kana Lo mengatakan akan segera menuntaskan pembangunan Huntap sebanyak 1.500 unit hingga April 2020. Sesuai instruksi presiden yang menyatakan akan membangun Huntap sebelum Hari Raya Idul Fitri 2020.

"Jadi itu, 1.500 unit kita tuntaskan sampai April 2020 karena untuk Lebaran, sedangkan yang 7.000-an akan dilanjutkan secara bertahap hingga akhir 2020," ujar Ferdinand saat ditemui MCWNews di Palu, Sulteng, Rabu (4/12/2019).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menjanjikan 1.500 unit hunian tetap (huntap) untuk pengungsi bencana gempa, tsunami dan likuefaksi di Sulawesi Tengah rampung sebelum Lebaran 2020.

Joko Widodo ingin ribuan pengungsi yang kini tinggal di hunian sementara (huntara) dan yang masih bertahan di tenda-tenda pengungsian menikmati hari raya Idul Fitri 2020 di rumah baru bantuan Pemerintah Pusat dan dari lembaga kemanusiaan dalam dan luar negeri.

Ferdinand menjelaskan, untuk total Huntap yang akan dibangun lebih dari 11.400 unit, Kementerian PUPR akan membangun 8.000an unit dan sisanya dibangun oleh bantuan dari swasta baik itu CSR perusahaan maupun yayasan amal.

Terkait dengan tantangan dalam proses pembangunan hunian tetap ini, Pihaknya mengungkapkan, yang menjadi faktor utama dalam pelaksanaan pembangunan yaitu soal kesiapan lahan.

Kementerian PUPR bisa segera melakukan proses konstruksi dengan catatan lahan itu sudah siap.

"Sebenarnya begini, urusan Palu menjadi urusan bersama, untuk berkoordinasi dengan instansi lain bukanlah hal mudah, karena yang menjadi permasalahan utamanya ini adalah soal lahan," ungkapnya.

Pihaknya berharap, seluruh instansi terkait baik pemerintah pusat maupun daerah saling bersinergi dalam melaksanakan instruksi presiden yang menyatakan untuk segera menuntaskan pembangunan hunian tetap bantuan pemerintah untuk para korban bencana alam yang terjadi September 2018 itu.

"Harapan dari PUPR adanya kerjasama dari semua stakeholder yang berkepentingan dalam proses pembangunan Huntap ini, ya seperti pemerintah daerah, bupati, wali kota, ATR/BPN," harapnya.

Sedangkan untuk pembangunan fasilitas lainnya seperti sarana pendidikan dan lain sebagainya akan tetap dilanjutkan dan ditarget selesai hingga 2022 mendatang.

"Untuk yang lain-lain contohnya untuk (fasilitas) pendidikan, kesehatan itu semua akan berakhir (dituntaskan) hingga 2022," pungkasnya.(*)


Rabu, 04 Desember 2019 20:05


TAGS:




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

+