Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

PUPR Harap Proyek Terlambat Segera Dituntaskan

Selasa, 14 Januari 2020 | 23:10 WITA

PUPR Harap Proyek Terlambat Segera Dituntaskan

MCWNews.com - DENPASAR | Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melakukan upaya penyelesaian pada sejumlah proyek pembangunan dan renovasi sarana prasarana sekolah yang tersebar di beberapa kabupaten di Provinsi Bali.

Kepala Satuan Kerja Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi Bali Didik Wahyudi mengatakan adanya sejumlah pekerjaan tahun 2019 yang mengalami keterlambatan yang mengakibatkan proyek tersebut harus tetap diselesaikan hingga Februari - Maret mendatang.

Namun para rekanan yang mengalami keterlambatan penyelesaian proyek akan dikenakan denda sejak masa habis kontrak.

"Jadi di Perpres itu boleh ada penambahan waktu 90 hari, Nah itu diatur lebih lanjut pada Peraturan Menteri Keuangan nomer 243 tahun 2015, jadi di cut off (diberhentikan) progresnya dan dendanya berjalan," ujar Didik saat ditemui di kantornya, Denpasar, Selasa (14/1/2020).

Ia membeberkan jika salahsatu faktor terjadinya keterlambatan proyek tersebut terjadi karena proses lelang yang sangat terbatas.

Mengingat sejumlah proyek tersebut merupakan peralihan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi serta kementerian lainnya.

"Ya memang waktunya terbatas saja, karena memang ini pelimpahan dari kementerian lain ke kementerian PUPR," imbuhnya.

Meski begitu dengan ada kesempatan penambahan waktu ini, Pihaknya berharap seluruh pekerjaan tersebut bisa segera diselesaikan dan dituntaskan agar dapat dimanfaatkan sesuai fungsinya.

Selain itu, Imbuh Didik, Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi Bali, pada tahun ini akan terus melanjutkan sejumlah pekerjaan di bidang kecipta-karyaan diantaranya melanjutkan pembangunan instalasi serta pemenuhan kebutuhan air bersih dari bendungan Titab di Buleleng, Pembangunan Pasar Sukawati di Gianyar dan pembangunan instalasi pengolahan air (IPA) di Jembrana.

"Tahun ini akan kita lanjutkan untuk pengembangan air minum dari (bendungan) Titab, kemudian lanjutan pembangunan pasar Sukawati, dan Jembrana itu pembangunan IPA sedangkan yang lain itu masih tentatif," pungkasnya. (Nur/Jk)


Selasa, 14 Januari 2020 23:10


TAGS:




Berita Terkait :


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya:

 

+