Warga Geram, Proyek Bronjong Baru Selesai Dikerjakan Sudah Ambruk

  • 04 Februari 2020 08:50 WITA
Awak media MCWNews.com saat meninjau lokasi pembangunan bronjong yang ambruk di Dusun I, Desa Sei Nadoras, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Asahan, Sumatera Utara, pada hari Senin (03/02/2020).
Males Baca?

MCWNews.com - ASAHAN | Diduga tidak sesuai dengan spesifikasi seperti yang tertera di papan nama proyek, pembangunan bronjong yang berlokasi di Dusun I Sei Nadoras, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, ambruk sehingga masyarakat berang, kecewa dan meminta kepada Kepala Desa Sei Nadoras Hairul Sirait untuk bertanggungjawab terhadap pekerjaan pembangunan bronjong tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Rajis Manurung kepada awak media MCWNews.com saat meninjau langsung ke lokasi pembangunan bronjong tahun 2019 dengan total biaya Rp161.632.000,- yang bersumber dari Dana Desa (DD), volume pekerjaan 6 x 25 M, Senin (03/02/2020).

Manurung merasa heran kenapa bronjong yang baru selesai dibangun tidak mampu menahan debit air sungai sehingga ambruk.

"Ada apa sebenarnya dengan bronjong tersebut. Dugaan saya dan masyarakat Dusun I, Desa Sei Nadoras ini pasti ada yang tidak beres. Karena kalau pembangunan bronjong benar dikerjakan sesuai dengan spesifikasi pasti tidak ambruk, seperti ketinggian bronjong yang seharusnya 6 x 25 M, namun kenyataannya dikerjakan 4 x 25 M," ujar Manurung.

"Untuk kita ketahui bersama bahwa bronjong adalah anyaman kawat baja yang dilapisi dengan seng atau galvanis. Anyaman kawat baja ini membentuk sebuah kotak atau balok. Bagian dalamnya diisi dengan batu-batu berukuran besar untuk mencegah erosi. Biasanya dipasang ditepi sungai untuk mengatasi gerusan akibat arus sungai sehingga kalau sampai ambruk, wajar saja masyarakat heran dan kecewa," lanjut Manurung.

Dalam kesempatan tersebut Manurung juga mengungkapkan bahwa diduga Kepala Desa tidak mau peduli dengan permasalahan tersebut, karena sampai saat kunjungannya didampingi awak media ini ke lokasi pembangunan bronjong pada hari Senin (03/02/2020), belum melakukan perbaikan.

"Seharusnya Hairul Sirait selaku Kepala Desa Sai Nadoras tanggab dan pro aktif untuk melakukan perbaikan terhadap pembangunan bronjong yang ambruk tersebut, namun kenyataannya tidak," tandas Rajis Manurung.

Rajis Manurung dengan tegas menyampaikan akan mengadukan permasalahan tersebut ke Aparat Penegak Hukum (APH).

"Saya bersama beberapa orang yang mewakili masyarakat desa sesegera mungkin akan mengadukan permasalahan tersebut ke Polda Sumut," ujar Rajis Manurung.

Untuk menindaklanjuti terkait permasalahan tersebut awak media ini mencoba menghubungi Kepala Desa Hairul Sirait melalui WhatsApp dan SMS (Short Message Service), namun sampai berita ini diterbitkan Kades Desa Sei Nadoras tidak berhasil dihubungi. (Edward)



TAGS :

Komentar