Pemberangkatan Satgas Percepatan Pembangunan Huntap Pasca Bencana NTB

  • 28 Februari 2020 04:12 WITA
Males Baca?

MCWNews.com - DENPASAR | Satuan tugas percepatan pembangunan hunian tetap pasca gempa di NTB merupakan bagian dari wujud nyata TNI yang bersinergi dengan Pemerintah untuk ikut berpartisipasi dalam percepatan pembangunan daerah pasca bencana alam, tugas inipun menjadi suatu kebanggaan.

Demikian dikatakan Asisten Operasi Kasdam IX/Udayana Kolonel Inf Rachmad Zulkarnaen, dalam amanatnya pada Apel Pemberangkatan Satgas Percepatan Pembangunan Huntap Pasca Bencana NTB yang digelar di Pelabuhan Pelindo III Benoa, Denpasar, Jumat (28/2/2020).

"Jaga kondisi fisik dan kesehatan masing-masing personel, perhatikan faktor keamanan dan keselamatan baik selama pergeseran pasukan maupun saat melaksanakan tugas, pastikan semuanya aman dan jangan ada korban sia-sia," harapnya.

Asops menegaskan bahwa jangan pernah menganggap kecil dan sepele tentang keamanan dan keselamatan kerja. Melalui prinsip pencegahan kecelakaan dan pengendalian risiko di lingkungan kerja, maka setiap aktivitas pekerjaan harus memenuhi standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).

"Perlu diwaspadai pada saat serpas, pastikan semuanya aman, perhatikan faktor keamanan, begitupula pada saat bertugas. Jangan menganggap itu hal yang sepele, karena segala bentuk kecelakaan kerja bisa terjadi apabila kita tidak berhati-hati dan waspada," himbau Asops.

Terkait spesialisasi personel, Asops berpesan personel yang memiliki spesialisasi di bidang bangunan dalam hal ini Corps Zeni, agar membimbing rekan-rekannya yang dari corps lainnya saat tugas dalam pengerjaan rehabilitasi dan rekostruksi hunian tetap di NTB nanti.

"Untuk yang dari Zipur tolong ajari rekan-rekan kalian yang dari Batalyon lainnya, begitupun yang dari Batalyon lainnya juga harap diperhatikan apa yang diajarkan rekan kita dari Zipur," ujar Asops.

Asops menambahkan, tugas yang merupakan suatu kehormatan ini masih menjadi kepercayaan rakyat dan negara kepada TNI untuk menyelesaikannya, sebab masih ada pekerjaan rehab rekon di NTB yang harus diselesaikan sesuai permintaan baik dari pemerintah daerah maupun pusat.

Sesuai perintah dari komando atas, tugas ini diberikan dan dilaksanakan hingga akhir Maret 2020, namun apabila masih belum tuntas, kemungkinan akan diperpanjang lagi. Hal ini tidak menjadi suatu masalah, karena TNI sudah selalu siap untuk ditugaskan.

"Segera beradaptasi dengan lingkungan setempat, jaga silaturahmi, jaga nama baik Kodam IX/Udayana, jangan ada pelanggaran sekecil apapun. Satgas yang sebelumnya sudah dinilai bagus baik dari pemerintah pusat maupun TNI AD, jadi satgas yang ini harus lebih baik lagi," demikian tegas Asops.

Untuk diketahui, personel yang diberangkatkan ke NTB adalah dari kesatuan Yonzipur 18/YKR, Yonif Mekanis 741/GN dan Denkav 4/SP, dengan jumlah kurang lebih 484 orang menggunakan kapal KRI Teluk Bintuni 520.

Hadir juga dalam kegiatan tersebut antara lain Dandim 1611/Badung, Danpomdam lX/Udy, Kasrem 163/WSA, Waasintel Kasdam IX/Udy, Waasops Kasdam IX/Udy, Waaspers Kasdam IX/Udy, Waaster Kasdam IX/Udy, Danyonzipur 18/YKR, Danyonif Mekanis 741/GN dan Dandenkav 4/SP. (Pendam IX/Udy)



TAGS :

Komentar