Cegah Corona, Pemprov Bakal Undang Kepala Daerah se-Papua

  • 17 Maret 2020 02:27 WITA
Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal, (Photo Golkar)
Males Baca?

MCWNews.com - JAYAPURA | Pemerintah Provinsi Papua akan mengumpulkan kepala daerah yang ada di Papua terkait perkembangan dan situasi di daerah serta mendapat masukan opsi melakukan lockdown guna mencegah penyebaran virus COVID-19 atau Corona di wilayah Papua.

“Dalam pertemuan akan dibahas bagaimana penanganan dan pencegahan secara dini agar kita semua bisa satu suara mengantisipasi masuknya virus ke Papua," kata Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal, Senin (16/03/2020) lalu.

Ia menambahkan, Kalau nanti situasi di Papua harus diambil langkah-langkah tidak ada hal yang tidak mungkin untuk kepentingan masyarakat. Walau kesannya ekstrem tapi untuk kebaikan masyarakat.

"Bukan tidak mungkin lockdown diberlakukan di Papua. Terlebih saat ini ada tiga pasien dalam pemantauan (PDP) di Jayapura dan Merauke," imbuhnya.

Selain opsi lockdown, Imbuh Klemen, akan melihat apakah opsi social distancing yakni isolasi dan karantina. Tindakan itu dilakukan agar masyarakat dijauhkan dari pusat keramaian atau kegiatan yang melibatkan banyak orang.

"Mungkin anak-anak sekolah diliburkan, orang-orang dengan usia tua tidak boleh kerja dulu. Ini contoh atau tindakan ekstrem yang bilamana diperlukan akan diberlakukan,” jelasnya.

Klemen menjelaskan, Pihaknya ingin memastikan dan mengevaluasi upaya pencegahan penyebaran virus corona di Bumi Cenderawasih, melalui Satuan Tugas (Satgas) yang telah ditunjuk dengan melibatkan berbagai instansi.   

“Sebab kita ingin agar penanganannya berjalan lebih maksimal,” tegas ia.

Sementara ditanya mengenai kebijakan meliburkan sekolah untuk mencegah peredaran corona, ia menyetujuinya. 

“Kalau memang situasi kedepan semakin parah maka sudah harus ada kebijakan atau tindakan ekstrim demi kepentingan rakyat. Termasuk meliburkan sekolah," imbuhnya.

“Bahkan yang paling ekstrim itu lockdown. Dimana nanti akan membatasi aktivitas masyarakat,” pungkas Klemen. (tim)



TAGS :

Komentar