Jimmy Ijie: Stop Anggaran Pemekaran Papua Barat Daya, Mending Untuk Makan Rakyat

  • 08 April 2020 02:25 WITA
Jimmy Demianus Ijie Anggota DPR-RI Dapil Papua Barat Dari Praksi PDIP
Males Baca?

MCWNews.com - SORONG | Anggota DPR RI asal Papua Barat Jimmy Demiaunus Ijie meminta kepada Wali Kota Sorong Lambert Jitmau agar anggaran yang di alokasikan untuk pemekaran Provinsi Papua Barat Daya (PBD) dialihkan dan dialokasikan untuk membantu masyarakat di Kota Sorong.

"Daripada wali kota  sibuk mengurus pemekaran provinsi dan membohongi rakyat tentang pemekaran itu sendiri lebih baik Wali Kota menganggarkan anggaran Miliaran rupiah itu dialihkan untuk membeli pangan dan dibagikan kepada seluruh masyarakat di kota Sorong, itu jauh lebih penting daripada anggaran itu dipakai mengurus pemekaran yang tidak penting karena pengurusan provinsi itu masih di Angan-angan, tetapi yang sekarang menjadi urjen di kota Sorong adalah rakyat kecil butuh makan dan minum setiap hari," ujar Jimmy dalam keterangannya, Selasa (07/04/2020).

Jimmy Ijie menghimbau kepada Wali Kota Sorong untuk lebih serius untuk mengurus rakyatnya daripada mengurus tentang pemekaran provinsi baru tersebut.

"Kami di DPR RI saja tidak pernah dengar cerita kapan pemekaran PBD dibahas, jadi daya berharap Wali Kota Sorong sekali lagi untuk stop membohongi masyarakat Sorong Raya tentang pemekaran Papua Barat Daya akan jadi, seharusnya Wali Kota mengatakan dengan jujur saja kepada rakyat bahwa Presiden belum ijinkan pemekaran di seluruh Indonesia karena MoU pemekaran belum di cabut Presiden, bagimana pemekaran mau jadi kalau yang diurus Wali Kota  seharusnya tokoh agama, Toko adat semua tokoh dilibatkan bukan sebaliknya wali kota yang sebagai garda terdepan untuk mengurus pemekaran dengan Pemerintah Pusat, nanti Pemerintah Pusat bilang pemekaran ini untuk Wali Kota Sorong atau untuk rakyat," tegas Jimmy.

Selain itu, Ia juga mengapresiasi langkah wali kota Sorong dengan cepat melakukan penutupan bandara dan pelabuhan dalam rangka pencegahan penyebaran virus Covid-19 atau Corona. Namun, Jimmy menegaskan harus ada langkah lebih lanjut atas dampak penutupan akses itu.

"Jangan untuk Bandar Udara gembar gembornya satu Indonesia tahu begitu ditanya solusi untuk rakyatnya seperti apa diamnya seribu bahasa," pungkas Jimmy. (Carles)



TAGS :

Komentar