Proyek Angkasa Pura I Diduga Abaikan K3, Disnaker Janji Akan Tindaklanjut

  • 11 April 2020 22:15 WITA
Kadisnaker dan ESDM Prov. Bali, Drs. Ida Bagus Ngurah Arda, M.Si
Males Baca?

MCWNews.com - BADUNG | Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Energi Sumber Daya Mineral (Disnaker dan ESDM) Provinsi Bali, Drs. Ida Bagus Ngurah Arda, M.Si, menegaskan akan menindaklanjuti terkait dugaan diabaikannya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada proyek pembangunan Gedung Angkasa Pura I.

Sempat menjadi pemberitaan sebelumnya, pekerja pada proyek milik salah satu perusahaan plat merah itu dibiakan bekerja pada ketinggian, yakni pekerjaan di atap bangunan gedung, tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD) dari resiko bahaya terjatuh. 

Dikatakan bahwa ini terjadi disinyalir lantaran keteledoran dari pengawas K3 di lapangan. Dan harusnya dijelaskan Bagus Arda, ini menjadi tanggungjawab dari Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3).

"Tentu akan kita tegur. Jika benar, Ini merupakan keteledoran dari P2K3 disana, yang harusnya bertugas mengawasi K3. Apalagi pekerjaan ketinggian seperti itu. Tinggi resiko kecelakaan fatal yang menyebabkan kematian," terangnya, Sabtu (11/4/2020).

Selain itu, Sistem Manajemen K3 (SMK3), sebenarnya sudah menjadi syarat dalam tender pekerjaan, setiap perusahaan wajib memiliki dan menerapkan SMK3, termasuk di dalamnya ada P2K3 yang memastikan SMK3 itu dijalankan.

"P2K3 inilah berkewajiban memastikan standar K3-nya benar-benar dijalankan di lapangan," ujarnya.

Mengabaikan K3, tegas Bagus Arda, adalah melanggar undang-undang (UU), khususnya UU No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. "Dalam undang-undang tersebut ada ancaman pidananya bagi yang melanggar ketentuan," tegasnya.

Di sisi lain terkait dugaan pelanggaran K3 yang terjadi, pihak Humas AP 1, Andanina Megasari menerangkan bahwa pihaknya (AP 1) telah beberapa kali menegur pihak kontraktor, baik lisan maupun tertulis.

"Kalau teguran udah selalu jalan mas, lisan pun diberikan langsung. Saya gak hafal pasti kalo jumlahnya ya mas, untuk foto surat (teguran, red) tidak termasuk data yang bisa kami publikasikan ya mas," ujarnya.

"Pada pokoknya, kami sudah lakukan safety precautions (pencegahan, red),  baik dengan vendor konstruksi maupun konsultan pengawas," imbuhnya.

Andanina menerangkan bahwa proyek tersebut merupakan pembangunan gedung kantor admin dan operasional AP 1, yang pengerjaannya konstruksinya dikerjakan oleh Angkasa Pura Property. 

Kantor admin dan operasional AP 1 yang saat ini lokasinya masih menyebar, rencana akan dijadikan satu di gedung tersebut nantinya. "Kontraktornya Angkasa Pura Property, itu untuk gedung kantor, baik admin maupun operasional, karena posisi sekarang kantornya nyebar, rencana dijadikan satu disitu," tandasnya. (Adi)



TAGS :

Komentar