56 Karyawan Positif Covid-19, Freeport Dinyatakan Klaster Penularan Baru

  • 07 Mei 2020 19:35 WITA
Penerapan physical distancing di lingkungan kerja PT. Freeport Indonesia.
Males Baca?

MCWNews.com - TIMIKA | Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Mimika, Papua, kembali bertambah tiga kasus yang seluruhnya dirawat di Rumah Sakit Tembagapura milik PT. Freeport Indonesia.

Satgas Covid-19 Provinsi Papua hingga Kamis (7/5) mencatat 95 kasus di Mimika, dimana 79 masih dalam perawatan, 13 dinyatakan sembuh, dan 3 meninggal dunia.

Dari 95 kasus di Mimika, sebanyak 56 kasus berasal dari distrik Tembagapura (area operasi Freeport), Mimika Baru 16 kasus, Wania 20 kasus, dan Kuala Kencana 3 kasus.

Sementara secara akumulatif di Papua sebanyak 252 kasus, 182 dalam perawatan, 63 dinyatakan sembuh, dan 7 meninggal dunia. Kasus positif tersebar di 12 kabupaten/kota.

"Tambahan 4 kasus positif, dimana 3 kasus di Mimika semua dari rumah sakit Freeport. Satu pasien lagi di Jayapura," kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Papua dr. Silwanus Sumule dalam video conference, Kamis.

dr. Sumule menerangkan, melihat kondisi penularan lokal virus dan peningkatan kasus secara signifikan, maka dapat disimpulkan Freeport adalah klaster penularan baru.

"Berdasarkan data dari hasil pertemuan kami di pusat data Satgas Covid-19 Bidang Kesehatan, kami bisa menyimpulkan bahwa di Freeport ini adalah klaster yang baru," katanya.

Sumule juga menyebut, meski Freeport telah berupaya menerapkan physical distancing, namun tren kenaikan kasus masih akan dilihat selama masa inkubasi virus 14 hari. 
 
"14 hari itu ketika virus masuk dan menimbulkan gejala. Dengan demikian, saya masih berani mengatakan bahwa kasus di Freeport masih akan terus naik," kata dia.

Namun demikian, Sumule mengatakan, kenaikan kasus menggambarkan beberapa aspek. Pertama, bahwa petugas kesehatan secara masif mencari dan menemukan kasus. 

"Tapi dapat juga kita simpulkan bahwa social/physical distancing belum dilakukan maksimal," ujarnya. 

Satgas Covid-19 Provinsi Papua beberapa hari lalu telah meminta manajemen Freeport segera melakukan skiring awal melalui rapid test massal bagi seluruh pekerjanya. 

"Langkah-langkah yang dilakukan teman-teman di Freeport kami memberikan apresiasi. Mereka menyampaikan rapid test itu akan tetap dilaksanakan," kata Sumule.

Selain itu, Pemprov Papua melalui Satgas Covid-19 juga meminta Freeport segera memisahkan karyawan sehat dengan yang dalam kondisi sakit terpapar virus corona.

"Yang sakit dikumpulkan dalam satu tempat, kemudian ditangani. Kita berharap yang sehat tetap sehat dan tidak terjadi penularan," tutur Sumule.

Melihat kenaikan kasus secara signifikan dan terus bertambah, manajemen Freeport telah mengadakan mesin untuk pemeriksaan dengan metode real time Polymerase Chain Reaction (PCR).

"Mereka sudah mengadakan alat PCR sehingga sejak dini bisa melakukan diagnosis kasus dengan infeksi Covid-19," kata Sumule.

Menurutnya, langkah-langkah pencegahan dan pengendalian sudah dilakukan Freeport, namun kecepatan penanganannya masih harus terus ditingkatkan.

"Kemudian memperluas jangkauan untuk menemukan kasus," pungkasnya (Sev)



TAGS :

Komentar