Satgas Covid-19 Papua Kecam Aksi Penembakan Tim Medis

  • 23 Mei 2020 00:10 WITA
Wakil Jubir Satgas Covid-19 Provinsi Papua, dr. Aaron Rumainum
Males Baca?

MCWNEWS.COM, JAYAPURA - Satgas Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua, mengecam aksi penembakan dan penganiayaan terhadap dua tenaga medis gugus tugas Covid-19 Intan Jaya oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Wandai Intan Jaya.


Melalui wakil juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Papua dr. Aaron Rumainum, Satgas menilai aksi KKB tersebut sangat menciderai dan melukai nurani semua petugas medis yang tengah berjibaku melawan ganasnya Covid-19. Dua tenaga medis Covid-19 yakni Eunico Somou dan Almalek Bagau sedang menjalankan tugas mulia.

“Kami mengecam aksi penganiayaan atau penembakan yang dilakukan KKB. Ini benar-benar mencederai nurani kita dan melukai semua petugas medis di Papua yang tengah berjuang melawan Covid. Mereka diserang saat sedang bertugas membangun kesehatan masyarakat di sana," ucap dr. Aaron, melalui pesan Whatsapp kepada awak media di Jayapura, Jumat (22/5) malam.

Atas periatiwa tersebut, pihaknya dan seluruh tim Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Papua berbela sungkawa, dan berharap para korban segera dievakuasi, termasuk korbam kritis segera mendapat pertolongan medis.

"Atas nama Satgas Covid Provinsi Papua, kami menyampaikan turut berduka cita kepada keluarga ditinggalkan. Dan semoga yang masih dalam kondisi kritis segera mendapat pertolongan,”harapnya. 

Aaron mengaju jika dirinya sangat mengenal korban Eunico yanh dikabarkan meninggal dunia atas aksi brutal KKB tersebut. Berawal saat pelayanan medis di Puskesmas Sugapa 2003 silam.

“Euico Somau adalah anak yang baik. Pernah bantu saya waktu tidak ada tenaga kesehatan di Puskesmas Sugapa sekitar tahun 2003. Waktu itu dia masih sekolah SPK. Eunico termasuk anak asli suku Moni Intan Jaya yang ditarik ke Dinkes untuk dikaderkan menjadi pemimpin masa depan. Saya turut berduka dan kehilangan,” ucapnya. 

"Ia adalah putra asli Intan Jaya yang merupakan kader kesehatan potensial di Dinas Kesehatan setempat. Korban adalah mantan Kepala Puskesmas Homeyo, kemudian ditarik ke Dinas Kesehatan Intan Jaya sebagai pengelola Program Imunisasi," sambungnya.

Bupati Intan Jaya Natalius Tabuni mengaku akan berupaya mengevakuasi para korban esok hari menggunakan heli. Korban kritis akan diupayakan segera mendapat pertolongan di RSUD Nabire.

“Kita berharap, korban luka masih dapat bertahan untuk kami jemput untuk ditangani di Nabire. Atas nama Pemerintah Intan Jaya dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan duka yang mendalam bagi korban yang meninggal dunia,” katanya. 

(Ed)



TAGS :

Komentar