Karena Sakit, Mantan Kakan BPN diperiksa Penyidik Kejati Bali di Jakarta

  • 24 Juni 2020 23:30 WITA
Tri Nugraha
Males Baca?

MCWNEWS.COM, DENPASAR - Kejaksaan Tinggi (kejati) Bali terus menggeber penanganan kasus dugaan gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan tersangka mantan Kepala Kantor (Kakan) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Denpasar dan Badung, Tri Nugraha (53).

Terbaru, penyidik telah memeriksa TN di Jakarta, Rabu (24/6). 

Pemeriksaan TN dilakukan di ruang Pidsus Kejari Jakarta Timur. Dalam pemeriksaan tersebut, Tri Nugraha (TN) dicecar sebanyak 24 pertanyaan terkait perkara tersebut. 

"Pemeriksaan dilakukan di ruang pidsus Kejari Jaktim. Ada 24 pertanyaan terkait proses tersebut oleh dua penyidik dari Kejati Bali," kata Kasi Penkum Kejati Bali, Luga seijin Kasi Aspidsus Kejati Bali Nyoman Sucitrawan, Rabu (24/6). 

Luga mengatakan pemeriksaan di Jakarta untuk mempercepat proses penyidikan perkara ini. Selain itu, TN juga diketahui sakit. 

"Karena yang bersangkutan sakit dan kita koordinasi dengan penasehat hukumnya. Akhirnya disepakati pemeriksaan di Jakarta," kata dia. 

Sebelumnya diberitakan, Mantan Kepala Kantor (Kakan) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Denpasar dan Badung, Tri Nugraha (53) ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus gratifikasi. Penetapan ini berdasarkan surat perintah penyidikan Kajati Bali nomor: PRINT- 03/N.1.1/FDd.1/08/2019 tanggal 15 Agustus 2019 tentang tindak pidana korupsi gratifikasi kepada penyelenggara negara pada Kantor Pertanahan Kota Denpasar. (EL)



TAGS :

Komentar