Firli Bahuri Resmi Jadi Ketua KPK 2019 - 2023

  • 13 September 2019 16:38 WITA
Irjen Firli Bahuri saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR
Males Baca?

MCWNews.com - JAKARTA | Dalam proses rapat panjang, akhirnya Komisi III DPR RI memutuskan satu dari lima Capim untuk menjadi pemimpin KPK periode 2019-2023. Pada hasil musyawarah itu terpilih Irjen Firli Bahuri sebagai Ketua KPK.

Penetapan tersebut diambil dengan musyawarah mufakat pimpinan Komisi III dan kapoksi fraksi-fraksi di Ruang Komisi III, Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat dinihari (13/9).

"Seluruh perwakilan fraksi-fraksi menyepakati untuk menjabat pimpinan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai Ketua adalah Saudara Firli Bahuri," kata pimpinan rapat Komisi III Azis Syamsudin di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (13/9/2019).

Sementara itu, wakil ketua diisi empat pimpinan KPK lainnya. Yaitu Lili Pintauli, Nawawi, Nurul Ghufron, dan Alexander Marwata.

Firli merupakan satu calon paling fenomenal, karena mendapat sorotan luas. Namun demikian Firli mendapatkan skor nilai tertinggi dalam ujian kepatutan dan kelayakan yang dilakukan Komisi III.

Sebelum menyepakati Firli sebagai Ketua KPK, Komisi III DPR RI memilih lima orang menjadi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023, setelah melakukan pemungutan suara atau "voting" yang berlangsung pada Jumat (13/9) dini hari.

Irjen Firli Bahuri adalah salah satu capim dari unsur kepolisian yang lolos hingga tahap akhir dan akhirnya terpilih sebagai Ketua KPK. Saat ini, ia menjabat sebagai Kapolda Sumatera Selatan.

Pria kelahiran Ogan Kumering Ulu, Sumatera Selatan pada 8 November 1963 ini sebelumnya menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK.

Nama Firli berulang kali mengundang kontroversi. Saat menjabat Deputi Penindakan KPK, Firli dilaporkan lantaran diduga bertemu dengan Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) selaku Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 2018.

Padahal, saat itu, KPK sedang menyelidiki divestasi saham PT Newmont yang diduga terkait dengan TGB. Saat mengikuti uji publik di hadapan pansel capim KPK Firli mengakui pertemuannya dengan TGB.

Firli juga mengaku sempat diperiksa Pengawas Internal (PI) KPK terkait pertemuan tersebut. Namun Firli mengklaim, PI dan pimpinan KPK menyatakan dirinya tidak melanggar kode etik terkait pertemuan tersebut.(*)



TAGS :

Komentar