Dewan Harap Ada Ganti Rugi Buntut Blackout di Bali, Begini Tanggapan PLN
Selasa, 20 Mei 2025 19:58 WITA
Suasana rapat koordinasi antara DPRD Provinsi Bali dan PLN.
Males Baca?DENPASAR - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali berharap ada ganti rugi dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) kepada masyarakat yang terdampak blackout pada Jumat (2/5/2025) lalu.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi II DPRD Bali, Agung Bagus Pratiksa Linggih atau Ajus Linggih, Senin (19/5/2025). Menurut Ajus Linggih, permintaan maaf tidak lantaran masyarakat mengalami kerugian akibat blackout.
"Harapan saya dari PLN ada bentuk ganti rugi terhadap masyarakat Bali. Bagaimanapun kebijakannya tidak bisa selesai dengan hanya minta maaf," kata Ajus Linggih.
Ajus menjelaskan, beberapa sektor yang terdampak seperti pariwisata, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Selain itu, blackout juga menyebabkan lampu lalu lintas banyak yang mati sehingga terjadi kemacetan di berbagai lokasi. "Jadi, banyak sekali dampak ekonomi bagi masyarakat yang merupakan hasil dari (blackout) PLN," terang politikus Partai Golkar tersebut.
Sementara itu, Senior Manager PLN UID Bali Putu Eka Astawa mengatakan, saat ini pihaknya sedang berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengenai data pelanggan yang terdampak.
Kompensasi tersebut merujuk pada Peraturan Menteri (Permen) ESDM dengan besaran 50 persen hingga maksimum 200 persen dari biaya beban.
“Nanti akan ada mekanisme melalui tagihan yang akan dibayarkan oleh pelanggan kalau dia pelanggan pascabayar atau melalui token kalau dia pelanggan prabayar,” kata Eka Astawa.
Eka mengeklaim, pemberian kompensasi kepada pelanggan tersebut memerlukan waktu yang cukup lama. Hal tersebut disebabkan karena memerlukan data terkait dengan pelanggan yang terdampak dan durasi pemadaman yang terjadi.
“Nanti kalau sudah penetapan, langsung seluruh pelanggan akan diberikan. Ini yang berhak menerima, nanti akan kita eksekusi secara langsung,” timpal Eka Astawa.
Reporter: Ran
Berita Lainnya
Warga Minta Program P2TIM Bintuni Dihentikan Sementara dan Dievaluasi Menyeluruh
Bikin Konten Tak Berimbang, Rumah Youtuber di Jember Didatangi Banser
Mahasiswa Unud Terjatuh dari Lantai 2, Masih Dirawat di RSUP Prof Ngoerah
Telan Anggaran Rp1,2 Triliun, Proyek Pelabuhan Perikanan Pengambengan Dimulai Akhir Tahun
Bioteknologi Ramah Lingkungan Jadi Kunci Pertanian Berkelanjutan di Indonesia
BPK Tak Audit Pengelolaan Dana P2TIM: Ada Apa?
GWK Akhirnya Bongkar Tembok Pembatas Usai Bertemu Koster-Adi Arnawa
KPK Cecar Arief Rinaldi Anak Gubernur Kalbar soal Aliran Dana
Jumat Ini Sidang Perdana Gugatan MAKI terhadap KPK Terkait Bobby Nasution
KPK Panggil Politikus Golkar Anak Gubernur Kalbar Ria Norsan, Terkait Kasus Apa?
Dewas Periksa Dua Penyidik terkait Bobby Nasution, Begini Respons KPK
Dewas Periksa Dua Penyidik KPK terkait Bobby Nasution Hari Ini
KPK Gelar Hakordia 2025 di Yogyakarta, Usung Tema 'Satukan Aksi, Basmi Korupsi'

Komentar