Masa Tugas Hampir Rampung, Pj Mahendra Jaya Pamitan ke Puri Kauhan Ubud

Senin, 03 Februari 2025 22:22 WITA

Card image

Pj Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya saat berpamitan di Puri Kauhan Ubud, Gianyar, Senin (3/2/2025). (Foto: Ran/MCW)

Males Baca?

GIANYAR - Penjabat (Pj.) Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya menyambangi Puri Kauhan Ubud, Gianyar, untuk berpamitan menjelang masa tugas yang hampir selesai, Senin (3/2/2025).

Pj Mahendra Jaya mengapresiasi sambutan luar biasa yang diberikan keluarga besar Puri Kauhan Ubud.

"Saya tidak mengira ada Ida Pedanda Siwa-Buddha Lanang Istri, memberikan wejangan, memberikan paica, bekal yang luar biasa, ini sangat, saya sangat berbahagia, saya terhormat. Dan sekali lagi terima kasih kepada semeton sami, keluarga besar Puri Kauhan Ubud," ucap Pj Mahendra Jaya penuh haru.

Pj Mahendra Jaya menceritakan bahwa ia mendapatkan banyak pesan berharga dari tokoh agama Puri Kauhan Ubud. Ia diminta untuk tidak melupakan tanah kelahirannya saat nanti kembali bertugas di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) setelah rampung menjalankan tugas sebagai Pj Gubernur Bali.

"Intinya tentu bagaimana sebagai orang Bali, sebagai seorang, kebetulan yang mendapatkan kesempatan untuk berkarir sebagai Pj. Dan berikutnya jangan lupa Bali, harus eling Bali. Itu kita punya kearifan lokal yang luar biasa dari para leluhur itu jadi pegangan, banyak hal itu," tutur birokrat asal Desa Temesi, Gianyar itu.

Sementara itu, Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud Anak Agung Gde Ngurah Ari Dwipayana juga menyampaikan terima kasih atas pengabdian Mahendra Jaya selama bertugas sebagai Pj  Gubernur Bali. "Karena walaupun waktunya pendek, ternyata banyak sekali hal yang bisa beliau lakukan," ungkap Ari Dwipayana.

Mantan Koordinator Staf Khusus Presiden Joko Widodo tersebut itu menceritakan ada beberapa kebijakan positif yang ditelurkan Mahendra Jaya selama menjabat, seperti mengembalikan keuangan Bali yang sebelumnya defisit. "Yang kedua beliau juga mengemban amanah yang sangat baik untuk mengelola dan juga mengayomi proses demokrasi di Bali. Apakah itu mulai dari Pilpres, Pileg, kemudian Pilkada," tambahnya.

Ketiga, kata Ari Dwipayana, Mahendra Jaya berhasil merampungkan beberapa persoalan di Bali, antara lain kemacetan dan sampah. "Soal kemacetan, sampah, dan juga persoalan kemiskinan ekstrim, stunting, dan juga soal yang terkait dengan nilai tukar petani yang masih rendah. Walaupun kita sadari sesuatu tidak bisa dilakukan secara instan," tandas Ari Dwipayana.

Reporter: Ran


Komentar

Berita Lainnya