Menteri PUPR Tekankan Kolaborasi untuk Pengelolaan DAS
Rabu, 29 Mei 2024 06:09 WITA

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menekankan pentingnya pembahasan DAS yang tidak lepas dari proses politik karena berhubungan dengan otoritas wilayah sungai.
Males Baca?NUSA DUA - Dalam rangkaian acara World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali, diskusi panel tentang pengelolaan DAS (Daerah Aliran Sungai) menjadi salah satu sorotan penting. Forum ini bagian dari proses politik yang dihadiri oleh para pemangku kepentingan utama seperti Presiden World Water Council Loïc Fauchon, President of International Network of Basin Organizations (INBO) Nizar Baraka, serta para menteri dan pengambil keputusan dari berbagai negara.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menekankan pentingnya pembahasan DAS yang tidak lepas dari proses politik karena berhubungan dengan otoritas wilayah sungai.
Segmen basin di World Water Forum menjadi peluang untuk berbagi praktik terbaik, pengalaman, dan upaya advokasi pengelolaan DAS, termasuk membina jaringan dan membangun kemitraan antar otorita badan sungai.
"Kerja sama lintas batas sangat penting dalam memastikan keterhubungan badan air sekaligus mempromosikan kolaborasi untuk mengurangi konflik dan mendorong manfaat yang lebih luas secara bersama," kata Menteri Basuki, Rabu (22/5/2024).
Lebih lanjut, Menteri Basuki mengutip sambutan Presiden Joko Widodo saat pembukaan World Water Forum ke-10 yang menekankan pentingnya kolaborasi dalam pengelolaan sumber daya air. Sejalan dengan tema "Air Bagi Kemakmuran Bersama", kolaborasi menjadi kunci untuk mewujudkan tiga prinsip dasar: menghindari persaingan, mengedepankan pemerataan dan kerja sama inklusif, serta menyokong perdamaian dan kemakmuran bersama.
Contoh nyata kolaborasi yang sukses adalah penanganan Sungai Citarum di Jawa Barat melalui program restorasi sungai yang komprehensif dan pemasangan panel surya terapung di Bendungan Cirata.
"Pemerintah Indonesia sangat berkomitmen untuk meningkatkan dan memperluas pengalaman program Citarum Harum yang bagus ini untuk diterapkan di tempat lain," kata Menteri Basuki.
Menambahkan perspektif global, Presiden World Water Council Loïc Fauchon menyatakan bahwa pembahasan DAS saat ini sudah menjadi isu global dan elemen geostrategis yang sangat penting di dunia.
"Wilayah sungai harus menyatukan kompetensi setiap negara, khususnya dalam hal ketahanan air. Dan untuk meningkatkan dan memperkuat kompetensi ini harus ada inovasi, basin, dan pemerintah," kata Loïc Fauchon.
Diskusi panel ini diharapkan dapat menghasilkan rumusan dan rekomendasi yang konkret untuk meningkatkan pengelolaan DAS secara berkelanjutan dan berkeadilan, demi mewujudkan kemakmuran bersama bagi seluruh masyarakat di dunia.
Hadir mendampingi Menteri Basuki dalam diskusi panel ini Direktur Jenderal Sumber Daya Air Bob Arthur Lombogia, Dirjen Cipta Karya Diana Kusumastuti, serta Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja.
Editor: Ady
Berita Lainnya

Perjuangan DAMAI Berakhir di MK, Serukan Persatuan untuk Membangun Teluk Bintuni

JMSI Rayakan HUT ke-5 di Banjarmasin, Luncurkan Program Literasi ‘JMSI Goes To School’

KPK Ulik Peran PT Telkom di Kasus Digitalisasi SPBU Pertamina

Periksa Mantan Dirut Telkom Alex J Sinaga, KPK Dalami Dugaan Proyek Fiktif

Paslon DAMAI Optimistis Gugatan PHPU Pilkada Teluk Bintuni Lolos ke Sidang Pembuktian MK

Pejabat Wilmar Group Jadi Tersangka Baru Suap Vonis Lepas Korupsi Ekspor Minyak

KPK Geledah Kantor KONI Jatim terkait Suap Dana Hibah

KPK Geledah Rumah Eks Ketua DPD La Nyalla di Jatim

KPK Jebloskan 2 Tersangka Korupsi PGN ke Penjara

KPK Bongkar Pertemuan Harun Masiku dan Djoko Tjandra di Malaysia

Dukung Prabowo, KPK Desak Pemerintah Buat Undang-Undang Pemiskinan Koruptor

Komentar