Pelabuhan Sanur Perparah Kemacetan Arus Lalu Lintas di By Pass Ngurah Rai
Senin, 27 Mei 2024 16:19 WITA
Polresta Denpasar saat melakukan pengecekan median jalan yang akan ditutup, Rabu (18/1/2023). (Foto: Agung/mcw)
Males Baca?
DENPASAR - Kemacetan arus lalu lintas terjadi di sepanjang Jalan By Pass Ngurah Rai, Sanur, Denpasar dalam beberapa pekan terakhir. Bahkan kondisi ini bertambah parah dengan kehadiran Pelabuhan Sanur.
Kasat Lantas Polresta Denpasar Kompol Ni Putu Utariani saat dikonfirmasi terkait hal ini menerangkan, pihaknya telah mengadakan rapat dengan instansi dan pihak terkait untuk membahas persoalan tersebut.
"Dan setelah rapat kemarin, hari ini kami bersama instansi terkait turun ke lapangan," ucapnya, Rabu (18/1/2023).
Dikatakan, kepadatan arus lalu lintas yang kerap terjadi mulai dari arah Patung Titi Banda, Kesiman, Tohpati sampai dengan lampu merah Grand Bali Beach, Sanur.
Kondisi ini berlangsung di waktu-waktu tertentu, namun yang kerap terjadi kemacetan arus lalu lintas yakni pada pagi hari dan sore hari.
"Apalagi kalau akhir pekan, tentunya arus lalu lintas cukup padat. Nah kalau hari-hari biasa, kepadatan terjadi pada pagi hari dan sore hari," ungkapnya.
Utari menjelaskan, dari hasil rapat dengan Dinas Perhubungan, PUPR dan para pihak terkait muncul sejumlah kesepakatan. Salah satunya akan melakukan penutupan di beberapa titik median jalan.
{bbseparator}
Menurutnya, langkah penutupan median jalan di By Pass Ngurah Rai, Denpasar secara permanen harus diambil karena selama ini dianggap menjadi biang kerok kemacetan arus lalu lintas.
"Jadi rencananya nanti ada tiga median jalan yang ditutup, yakni setelah lampu merah Waribang, kemudian di selatannya lagi, dan satunya median di simpang Jalan Matahari Terbit," ungkapnya.
Kompol Utariani menambahkan, setelah dilakukan kajian berdasarkan hasil rapat bersama, nantinya pihak dinas perhubungan bersurat ke instansi terkait, guna memutuskan kapan mulai dilakukan penuntupan median jalan.
"Mungkin nanti langkah awal yang diambil adalah mencabut rambunya, setelah itu dilakukan penutupan. Karena kalau rambu tidak dicabut, masyarakat masih akan belok di sana," bebernya.
Reporter: Agung
Editor: Ady
Komentar