Korban Penipuan Desak Polres Raja Ampat Respon Laporannya
Selasa, 28 Mei 2024 15:22 WITA
Arfan Poretoka, SH, Kuasa Hukum Korban Anwar Buton Saat Menunjukan LP dan Bukti-Bukti Nota, Rabu (15/3/2023). (Foto: Isak/mcw)
Males Baca?
WAISAI - Reskrim Polres Raja Ampat didesak untuk segera memproses kasus penipuan yang menimpa warga bernama Anum Ahmad. Sebelumnya kasus ini telah dia laporkan pada 24 Desember 2022, namun belum ada tindak lanjut.
Anum dengan didampingi kuasa hukumnya Arfan Poretoka menerangkan, kejadian yang dialami bermula dari kedatangan terlapor berinisial LM ke warung miliknya sekitar bulan November 2022'
Di sana LM meminta dirinya menyiapkan makanan untuk kegiatan Musyawarah Pemuda Malamoi selama 3 hari di Waisai. Saat itu deal untuk satu kotak nasi seharga Rp30 ribu.
"Di hari pertama, ibu LM pesan 250 lebih nasi kotak, kemudian dilanjutkan dengan pesanan-pesanan lainya baik itu siang maupun malam yang mereka pesan. Sebelum itu saya sudah konfirmasi ke ibu LM, namun disampaikan layani saja karena uangnya sudah ada nanti dibayarkan," jelasnya, Rabu (15/3/2023).
Dikatakan, di luar 250 kotak lebih yang dipesan, ada beberapa orang yang datang memesan 20 kotak nasi, bahkan 30 kotak. Siang maupun malam, belum tersmasuk kopi, teh dan kue-kue.
"Sebelum itu saya telpon ibu LM dan ibu sampaikan bahwa layani saja karena uangnya sudah siap," ujarnya.
Malamnya ia diberi Rp10 juta dan tiga hari berikutnya kembali dikasih uang Rp10 juta oleh LM. Di hari terakhir acara, dirinya kembali menghubungi LM untuk sama-sama menghitung nota.
Namun LM menyuruh dirinya untuk menghitung sendiri karena mau berangkat ke Sorong. Ketika ia kembali dari keluar warung, LM sempat memberi uang Rp3 juta ke anak buahnya di warung.
"Kemudian ibu LM sampaikan 3 hari lagi baru balik melunasi. Setelah 3 hari saya telpon, beliau sampaikan ada duka di Sorong, okelah saya maklumi. Setelah 2 minggu saya WA ibu LM, namun disampaikan nanti koordinasi dengan Bapak Bupati, karena pak Bupati bilang nanti beliau yang bayar," tuturnya.
Berita Lainnya
Warga Minta Program P2TIM Bintuni Dihentikan Sementara dan Dievaluasi Menyeluruh
Bikin Konten Tak Berimbang, Rumah Youtuber di Jember Didatangi Banser
Mahasiswa Unud Terjatuh dari Lantai 2, Masih Dirawat di RSUP Prof Ngoerah
Telan Anggaran Rp1,2 Triliun, Proyek Pelabuhan Perikanan Pengambengan Dimulai Akhir Tahun
Bioteknologi Ramah Lingkungan Jadi Kunci Pertanian Berkelanjutan di Indonesia
BPK Tak Audit Pengelolaan Dana P2TIM: Ada Apa?
GWK Akhirnya Bongkar Tembok Pembatas Usai Bertemu Koster-Adi Arnawa
KPK Cecar Arief Rinaldi Anak Gubernur Kalbar soal Aliran Dana
Jumat Ini Sidang Perdana Gugatan MAKI terhadap KPK Terkait Bobby Nasution
KPK Panggil Politikus Golkar Anak Gubernur Kalbar Ria Norsan, Terkait Kasus Apa?
Dewas Periksa Dua Penyidik terkait Bobby Nasution, Begini Respons KPK
Dewas Periksa Dua Penyidik KPK terkait Bobby Nasution Hari Ini
KPK Gelar Hakordia 2025 di Yogyakarta, Usung Tema 'Satukan Aksi, Basmi Korupsi'

Komentar