KPK Pantau Penyaluran Bansos, Waspadai Konfik Kepentingan Jelang Pilkada
Kamis, 14 November 2024 06:54 WITA
Rencana pemerintah menghentikan penyaluran bansos selama pilkada 2024 dalam rangka untuk mengantisipasi adanya konflik kepentingan.
Males Baca?JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut memantau penyaluran bantuan sosial (bansos) menjelang pilkada serentak 2024. Pemantauan dilakukan lewat Monitoring Centre for Prevention (MCP) pada area perencanaan dan penganggaran.
Demikian disampaikan Tim Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menanggapi rencana pemerintah menghentikan penyaluran bansos selama pilkada 2024 dalam rangka untuk mengantisipasi adanya konflik kepentingan.
"KPK akan ikut mengawasi penyaluran bansos, sebagai salah satu fokus dalam Monitoring Centre for Prevention (MCP) pada area perencanaan dan penganggaran," kata Budi melalui pesan singkatnya, Kamis (14/11/2024).
Lebih lanjut, kata Budi, KPK juga mendorong agar Pemda melakukan clearance Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dalam rangka memastikan data penerima dan pendistribusiannya sesuai ketentuan dan peruntukannya.
"Sedangkan penyaluran bansos secara umum oleh pemda tentunya tetap harus mengikuti arahan Kemendagri sebagai instansi pembinanya," imbuhnya.
Menurut Budi, keputusan pemerintah untuk menghentikan sementara penyaluran bansos selama pilkada sudah tepat. Oleh karenanya, KPK mendukung keputusan tersebut untuk meminimalisir adanya kecurangan.
"KPK tentunya mendukung langkah Kemendagri terkait rencana penghentian sementara distribusi bansos menjelang pilkada, yang bertujuan untuk memitigasi adanya konflik kepentingan, ataupun bentuk-bentuk money politic dalam pilkada ini," beber Budi.
Diketahui sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian menyatakan setuju dengan usulan penghentian sementara penyaluran bantuan sosial (bansos) hingga Pilkada 2024 rampung.
Guna mengakomodir usulan tersebut, Tito pun berencana untuk membuat surat edaran diberhentikan sementara penyaluran bansos hingga hari pencoblosan Pilkada, 27 November 2024 mendatang.
Berita Lainnya
Warga Minta Program P2TIM Bintuni Dihentikan Sementara dan Dievaluasi Menyeluruh
Bikin Konten Tak Berimbang, Rumah Youtuber di Jember Didatangi Banser
Mahasiswa Unud Terjatuh dari Lantai 2, Masih Dirawat di RSUP Prof Ngoerah
Telan Anggaran Rp1,2 Triliun, Proyek Pelabuhan Perikanan Pengambengan Dimulai Akhir Tahun
Bioteknologi Ramah Lingkungan Jadi Kunci Pertanian Berkelanjutan di Indonesia
BPK Tak Audit Pengelolaan Dana P2TIM: Ada Apa?
GWK Akhirnya Bongkar Tembok Pembatas Usai Bertemu Koster-Adi Arnawa
KPK Cecar Arief Rinaldi Anak Gubernur Kalbar soal Aliran Dana
Jumat Ini Sidang Perdana Gugatan MAKI terhadap KPK Terkait Bobby Nasution
KPK Panggil Politikus Golkar Anak Gubernur Kalbar Ria Norsan, Terkait Kasus Apa?
Dewas Periksa Dua Penyidik terkait Bobby Nasution, Begini Respons KPK
Dewas Periksa Dua Penyidik KPK terkait Bobby Nasution Hari Ini
KPK Gelar Hakordia 2025 di Yogyakarta, Usung Tema 'Satukan Aksi, Basmi Korupsi'

Komentar