Perjuangan Mariza Sulton, Bela Perempuan dan Anak Menuju Wakil Rakyat

Senin, 27 Mei 2024 06:03 WITA

Card image

Calon legislatif (caleg) DPRD Kota Denpasar dari Dapil Denpasar Barat nomor urut 5, Mariza Sulton. (Foto: Istimewa).

Males Baca?

DENPASAR - Memilih calon legislatif (caleg) atau perwakilan di kursi DPR RI, DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota gampang-gampang susah. Kita harus melihat rekam jejak mereka, bukan ujug-ujug memilih secara acak.  

Kita paham tugas DPRD adalah melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan Perda dan APBD serta membawa aspirasi masyarakat kepada pemerintah untuk dapat didengarkan serta ditindaklanjuti.

Bila dilirik dengan seksama ada calon baru yang 'fresh' dan mandiri, seorang kader perempuan dari Partai Golongan Karya (Golkar) calon legislatif (caleg) DPRD Kota Denpasar dari Dapil Denpasar Barat nomor urut 5, Mariza Sulton.

Wanita yang selalu berpenampilan anggun, supel bergaul dan juga ramah, memantapkan diri untuk ikut maju dalam kontestasi politik 2024.

Sosok perempuan yang ramah dan telah banyak menolong masyarakat, apalagi untuk urusan nasib perempuan dan anak yang hingga saat ini masih ditemukan ada yang tertindas bahkan mendapatkan perlakuan tak adil. Ia dengan segera berdiri ikut mendampingi dan tidak sungkan untuk ikut menyelesaikan sengketa-sengketa keluarga yang terkadang luput dari sorotan masyarakat tetapi membantu sekali secara langsung terhadap permasalahan yang dihadapi suatu keluarga atau masyarakat.

Seperti contoh anak kecil yang disekap ibunya di kamar mandi lantaran capek, depresi, dengan sigap menyelesaikan permasalahan ini dengan tuntas. Memberikan edukasi secara langsung tentang arti sebuah buah hati dan lainnya. 

Kasus sebelumnya juga sang ibu menginginkan bayinya yang dilarikan sang ayah dengan dititipkan oleh tetangganya, di pelosok desapun ia jajaki untuk memberikan pemahaman pentingnya pendampingan sang ibu untuk sang anak (bayi). 

Ia juga saat ini lagi mendampingi seorang warga asing yang memiliki anak dari warga negara Indonesia, yang sejak bercerai belum dapat melihat dan bersama buah hatinya, walau putusan pengadilan mengatakan hak asuh anak adalah berdua dan anak ini juga berhak juga ikut mendapatkan kasih sayang dari ayahnya.


Halaman :

Komentar

Berita Lainnya